Senin, 02 Maret 2015

Kepemimpinan bagai "TELUR dan INDUKNYA"

Visi atau Misi menjadi salah satu pertanyaan wajib ketika jenjang kepemimpinan kita diuji ke ranah yang lebih tinggi bila kita bicara tentang level kepemimpinan. Menjadi sebuah dilema, saat seorang pemimpin bagaimana harus mengibaratkan bagaimana visi atau misi itu dijelaskan.Jelas, walaupun cenderung tersurat, Visi dan Misi menjadi sebuah hal yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin yang siap mengambil konsekuensi progress ke arah yang lebih baik. Bahkan, tidak jarang Visi dan Misi menjadi hal yang otomatis ada dalam benak kita sehingga terkadang enggan untuk disuratkan dan hilang, lenyap diterpa gelombang lika - liku kehidupan. Se- Simple Telur dan induknya,begitu judul yang saya ambil dalam tulisan sedikit saya ini. Saat ditanya, Apakah Visi? Apakah Misi?, sejak semalam saya simpulkan bahwa Visi adalah induk dari Misi, dan Misi adalah Telur dari Visi. Visi menelurkan Misi, dan misi mengacu pada misi, menariknya misi, Sang"Telur" tidak hanya berhenti pada kondisinya sebagai telur saja. Dalam waktu yang tidak lama, Telur akan menjadi Anak,bagi yg berproses dengan baik, namun bisa juga menjadi telur busuk yang tak berguna. Bicara masalah induk dan telur yang satu ini memang sangatlah rumit dan memerlukan berbagai sudut pandang untuk memahami lebih dalam, agar tak hanya menjadi sebuah bacaan pengantar tidur, namun melebihi apa yang rekan - rekan bis aplikasikan untuk lingkungan sekitar. Tak sebatas hanya induk yang melindungi telur, namun telur yang membuat sang induk lebih kuat dan lebih bisa berarti lebih dari sekedar induk. Pada intinya, sebuah misi memang harus berjalan sesuai dengan kandungan esensi yang terdapat pada visi, namun berjalanya waktu karena sebuah misi bisa berkembang lebih dari sekedar misi. Misi dalam hal ini akan memberikan bukti real dimana melewati hal yang dapat dilihat tersebut memberikan gambaran lebih bagi orang lain, betapa visi yang dibuat sangatlah mengandung arti yang luas melebihi pemahaman sedangkal mata kaki. Sebuah misi apabila mampu di aplikasikan dan terbukti mampu memenuhi target seorang pemimpin, bak Bom Atom yang sangat dashyat sebuah hal ini mampu dikembangkan untuk keberlangsungan sebuah organisasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebuah oraganisasi yang besar awalnya hanya memiliki misi yang sederhana namun dibalik itu misi yang memiliki kualitas dan dapat dikembangkan atas inisiatif individu organisasi dan tentunya kontrol dari pemimpin sebagai orang yang harusnya sangat paham tentang seluk beluk dan celah perkembangan dari visi dan misi yang ada. Sebagai dasar bahwa kita ditakdirkan menjadi seorang pemimpin, ulasan ini diharapkan bisa dapat sedikit membantu rekan - rekan dalam melangkah. tubuh kita, lingkungan kita, keluarga kita, sekolah kita semuanya terorganisir dan membutuhkan pemimpin ( kita ) yang bertanggung jawab terhadap semua yang baik di depan nanti. terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar